BERMATA TAPI TAK MELIHAT

Banyak orang yang mempelajari Al-Qur’an, tetapi hanya sedikit sekali yang mampu menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya. Fakta ini tentunya menggugah hati kita untuk bertanya, kenapa terjadi hal demikian itu, Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita ambil kesimpulan bahwa salah satu sebab domina mengapa orang tidak dapat memanfaatkan Al’Qur’an adalah karena orang itu tidak dapat memasukan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam hati sanubarinya. Ia hanya mampu memahami Al-Qur’an dengan otaknya, tetapi ia tidak mampu membuat Al-Qur’an menembus ke dalam jiwanya. Oleh karena itulah tidak heran bila kita masih sering mendengar seseorang ula ( ustadz ) yang berlaku zalim atau melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Demikian juga sering kali kita melihat orang yang hidupnya ” kacau “, padahal ia tidak anti agama bahkan rajin mengikuti pengajian dan kegiatan-kegiatan agama.

Marilah kita mencoba mencari tahu mengapa orang dapat memahami Al-Qur’an, tetapi tidak mampu membuat Al-Qur’an itu menembus masuk ke dalam hati sanubarinya.
Allah telah berfirman :
    Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. Al-Isra (17):9
    Kitab (al-Qur’an ) ini tidak ada keraguan: petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Al-Baqarah (2);2
    Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. Al-Jaatsiyah (45);20
   Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah swt, niscaya dia akan memberi kepadamu penglihatan. Al-Anfal (8);29
Dari ayat-ayat allah diatas, jelas sekali dikatakan bahwa Al-Qur’an itu hanya bermanfaat bagi orang yang bertaqwa. Artinya hanya orang yang bertaqwa sajalah yang dapat menjadikan Al-Qur’an itu sebagai pedoman hidup yang bermanfaat dalam mencapai kebahagiaan. Keadaan ini dapat diibaratkan dengan cahaya. Tentunya tidak ada yang dapat membantah bahwa cahaya itu memanfaatkan cahaya bagi kehidupannya. Hanya orang yang melihat saja yang dapat memanfaatkan cahaya. Sedangkan bagi orang buta ia hanya tau bahwa cahaya itu membuat sesuatu menjadi indah, tetapi ia sendriri tidak dapat memanfaatkan cahaya itu dalam kehidupannya.
Dengan demikian menjadi jelas bagi kita, blia kita sering melanggar aturan main-Nya ( sebagai lawannya sikap bertaqwa ) maka kita tidak akan mungkin dapat mengambil manfaat dari Al-Qur’an secara optimal, kita hanya dapat memahami Al-Quran tetapi tidak bisa menancapkannya dalam hati sanubari menjadi keyakinan yang haqqul yaqin. keadaan ini ibarat kata pepatah ” bermata tetapi tak melihat “. inilah sebenarnya bahaya terbesar dari sikap yang melanggar aturan main-Nya.

3 thoughts on “BERMATA TAPI TAK MELIHAT

  1. Memang berbeda melihat dengan memperhatikan dengan mengerti. Singkat cerita mengerti memberikan konsekuensi mengamalkan. Salah satu reseptor informasi adalah mata dengan melihat, namun tidak semua orang mengerti dengan apa yang dilihatnya, apalagi mencerna informasi tersebut menjadi sesuatu yang mampu ia amalkan sebagai sebuah kebajikan. Bermata tapi tak melihat. Seperti tikus yang mati di lumbung padi. Karunia yang disia-siakan.

    Nice share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *