Masuk Islam Nya Seorang Yahudi

Masuk Islam Nya Seorang Yahudi

Rasulullah pernah mengatakan bahwa hukum berlaku untuk semua orang, bahkan jika putrinya sendiri (Fatimah) kedapatan mencuri niscahya beliau akan memotong tangannya. Kekayaan, kedudukan, atau pun kekeluargaan tidak dapat digunakkan untuk tempat bersembunyi atau untuk menyembunyikan hak. Pada suatu peristiwa. Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib r.a. menemukan kembali baju besinya yang hilang ditangan seorang Yahudi. Namun orang Yahudi itu bersikeras bahwa baju besi itu adalah miliknya dna tidak mau mengembalikannya kepada Amirulmukminin. Akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan. Hakim bertanya kepada sayidina Ali, “Wahai Amirulmukminin, apa yang Tuan kehendaki ?” Sayidina Ali yang waktu itu sebagai Amirulmukminin (“kepala negara”) menjawab, “Baju besiku jatuh dari untaku, kemudian diambil oleh orang Yahudi ini!” jawaban Sayidina Ali ini langsung disambar si Yahudi, “Tidak benar! Ini adalah baju besiku! “Melihat keadaan ini lalu Hakim bertanya kepada Sayidina Ali, “Apakah Tuan mempunyai sedikitnya 2 orang saksi yang menyaksikan kejadian itu?” Maka Amirulmukminin mengajukan 2 orang saksi, yaitu pembantunya yang bernama Qanbar dan putranya sendiri yaitu Hasan.

Hakim menerima kesaksian Qanbar, tetapi ia tidak mau menerima kesaksian Hasan, “Kesaksian Qanbar kami benarkan, tetapi kesaksian Hasan tidak dapat kami terima karena ia adalah putra Tuan!” Mendengar keputusan Hakim ini lalu Sayidina Ali berkata, “Tidakkah Tuan dengar bahwa Umar pernah berkata bahwa Rasulullah telah bersabda bahwa Hasa dan Husain adalah pemimpin di Syurga?” tidakkah dapat diterima kesaksian dari pemimpin syurga?” Dengan takzim Hakim berkata. “Yang Tuan katakan itu memang benar. Tetapi Hukum tidak memandang hal itu.” Akhirnya Hakim itu menghukum Amirulmukminin dinyatakannya bahwa baju besi itu adalah kepunyaan orang Yahudi.

Mendengar keputusan bawahannya ini, Amirulmukminin tidak marah. Dengan tersenyum beliau berkata, “Sungguh benar engkau Hakim, saya tidak mempunyai pembuktian lain. Saya menerima putusan ini. “Orang Yahudi itu melihat ini semua dengan perasaan takjub! Bagaimana mungkin seorang penguasa negara tunduk pada putusan bawahannya! Maka akhirnya ia pun mengaku. “ Sebenarnya baju besi ini benar-benar kepunyaan Amirulmukminin. Aku telah memungutnya waktu terjatuh dari unta tatkala Amirulmukminin hendak pergi ke Siffin…” Selanjutnya orang Yahudi itu pun berkata, “Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullah.”

Mendengar hal ini lalu Amirulmukminin dengan spontan berkata, “Kalau begitu, baju besi ini kuhadiahkan kepadamu!”

Janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka,

Huud (11):85

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *