Mengapa al-quran tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad sekaligus?

Ada beberapa catatan penting dalam hal ini,yaitu kita tahu bahwa Nabi Ibrahim telah di karuniai dua putra: Ismail dan Ishaq.
Kita juga tahu bahwa semua Nabi yang datang setelah Nabi Ibrahim adalah keturunannya dari jalur Nabi ishaq,kecuali satu Nabi saja yaitu Nabi muhammad saw yang datang dari jalur Nabi Ismail.
Nabi Ibrahim merupakan salah satu Nabi yang mendapatkan kitab seperti halnya Nabi daud,Idris,Adam,Musa,Isa,dan muhammad.Ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa semua Nabi yang diberi kitab oleh Allah menerimanya secara sekaligus,kecuali Nabi Muhammad yang menerima wahyu kitabnya secara berangsur.Mengapa?Hal itu karena Allah menghendaki agar wahyunya yang diturunkan secara berangsur-angsur itu dapat mendidik umatnya,dapat menjadi metodologi umat manusia dalam menapaki tangga ketaatan,selangkah demi selangkah.Perhatikan al-quran ini! ”Berkatalah orang-orang kafir,Mengapa Al-quran itu tidak di turunkan kepadanya sekali turun saja?”(al-furqan<25>:32)
jadi,mereka menginginkan agar Al-quran itu turun seperti kitab-kitab suci sebelumnya,yang di terima oleh para Nabi secara sekaligus.Lalu Allah menjelaskan dalam ayat selanjutnya:
”Demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacakanya secara tartil (teratur dan benar).” (Al-furqan <25>:32)
Allah menurunkan Al-quran secara berangsur-angsur agar manusia selalu rindu dengan datangnya hal yang baru.
Mereka akan selalu berinteraksi dengan turunnya ayat baru.
Misalnya,ketika turun sebuah ayat khamer,mereka terlebih dahulu bertanya kepada Nabi muhammad tentang khamer dan judi.
”Katakanlah,pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia”.(al-Baqarah <2>:219).
Selanjutnya,Umar bin Khaththab bertanya,”Khamer itu halal atau haram?”lalu turunlah Ayat:
”Hai orang-orang yang beriman,janganlah kamu sholat dalam keadaan mabuk”.(Q.S. an-Nisa <4>:43)
Jadi pada mulanya,Allah Swt hanya memperingatkan,lihatlah bagaimana metodologi ini dapat menuntun manusia ke jalan ketaatan.Setelah itu,baru turunlah, ayat yang lain:
“Hai orang-orang yang beriman,sesungguhnya (meminum)Khamer,berjudi,(berkurban untuk)berhala,dan mengundi nasib dengan panah,adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan.Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.(Al-Ma idah <5>:90)
Mengenai ayat jilbab ,kita juga tahu bahwa sebelum perintah memakainya turun,telah turun terlebih dahulu ayat yang mengajarkan kita untuk memohon izin terlebih dahulu sebelum masuk kamar kaum wanita.setelah itu,baru ayat jilbab turun.sehingga,ketika perintah memakai jilbab ini turun,semua wanita berusaha untuk menerapkannya dengan segala cara sampai-sampai banyak wanita yang sudi untuk merobek sebagian kain yang di milikinya untuk menutup kepala mereka.dan menutup badannya dengan pakaian muslim

12 thoughts on “Mengapa al-quran tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad sekaligus?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *