Mengapa Orang Enggan Menerima Nasihat

Mengapa Orang Enggan Menerima Nasihat

Semoga alloh merahmati orang alim yang ditanya oleh seorang muridnya mengapa sedikit sekali orang yang memberi nasihat? Orang alim itu menjawab apakah kamu melihat orang yang mau menerima nasihat? Salah satu problem kemunduran umat dan terjatuhnya mereka dari agamanya serta meningkatnya kebodohan tidak terletak pada sedikitnya dohan, tidak terletak pada sedikitnya para pemberi nasihat, ulama, guru dan dai. Akan tetapi terletak pada sedikitnya orang yang mau menerima nasihat dari mengikutinya.

Salah satu pengertian kata nashihah adalah menambal baju yang robek. Konon kata ini diambil dari proses penjernihan madu. Ungkapan nashahtu al-asal, berarti saya menjernihkan dari kotoran. Jadi pemberi nasihat adalah orang yang mencintai kebaikan bagi orang lain. Berusaha menambal kerusakan yang ditemukannya dan menjernihkan orang yang di lihatnya. Masih menyimpan kotoran kotoran sehingga menjadi jernih dan siap untuk masuk surga. Mestinya pemberi nasihat seperti ini dicintai dan diterima dengan baik oleh jiwa. Tetapi kenyataannya tidak dengan baik oleh jiwa. Tetapi kenyataannya tidak sebab yang menjadikan seseorang enggan menerima nasihat adalah sebagai berikut :

1. Hawa nafsu yang dominan dalam jiwa menghalangi dirinya untuk menerima nasihat meskipun kebenaran nasihat itu tampak jelas olehnya.

2. Usia yang masih relatif muda kadangkala menjadi faktor ditolaknya nasihat dari orang yang lebih tuda dari padanya.

3. Kedudukan kadang kala juga bisa menyembabkan dirinya tidak mau menerima nasihat.

4. Pengetahuan terhadap agama kadangkala menjadi faktor bagi sebagian orang untuk menolak nasihat dari orang yang lebih sedikit ilmuannya dibandingkan dirinya.

Beberapa faktor di atas menyebabkan jumlah orang yang mau menerima nasihat semakin berkurang hari demi hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *