Pusat Pakaian

Pusat Pakaian - Pakaian atau dapat diistilahkan sandang merupakan kebutuhan pokok atau kebutuhan primer. Pakaian menjadi bergeser menjadi kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah saat seseorang mampu memenuhi kebutuhan akan sandang dengan nilai prestise and harga yang fantastis sehingga pakaian menjadi barang tersier karena hanya orang dengan tingkat ekonomi tertentu bahkan jutawan yang dapat membeli pakaian dengan harga fantastik yaitu puluhan bahkan ratusan juta bahkan ada pakaian yang berharga milyaran rupiah. Hanya pusat pakaian dengan penjualan tertentu yand memberikan pakaian bertaraf mewah. Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis atau bahan pakaian.

Jika pakaian berasal dari kerajinan tangan atau biasa disebut hand made. Batik tulis adalah salah satu contoh pakaian dari kerajinan tangan. Harganya bisa berkali-kali lipat bahkan berpuluh-puluh lipat dengan harga batik cetak. Contoh lainnya adalah pakaian dari hasil songket. Pusat pakaian songket di daerah Sumatra mempunyai harga ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah sehingga pakaian songket termasuk kebutuhan mewah karena hanya orang-orang tertentu yang sanggup membeli dengan harga setinggi itu. Pakaian yang juga mempunyai harga fantastis dan termasuk dalam kebutuhan mewah adalah pakaian yang dihasilkan dari menenun. Tenunan merupakan hal yang umum di beberapa daerah di Indonesai, salah satunya berada di Pulau Nusa Tenggara. Pusat pakaian dari tenun dapat diperoleh dengan harga yang miring jika dibeli di pusat produksi kain tenun seperti di Pulau Nusa Tenggara. Contoh lainnya dapat berasal dari negara tetangga yaitu Jepang. Bagi warga Jepang, pakaian kimono adalah hal yang biasa tapi hanya orang-orang tertentu yang mampu membeli pakaian kimono mengingat harganya mahal. Selain dari cara pembuatan, yang menentukan harga pakaian adalah bahan atau material untuk membuat pakaian tersebut, misalnya pakaian batik yang berasal dari kain sutra akan mempunyai harga yang sangat mahal jika dibandingkan dengan pakaian batik dengan berbahan dasar katun. Tambahan lagi, desainer yang merancang pakaian juga turut menentukan harga pakaian. Jika desainernya kelas nasional bahkan kelas internasional maka pakaian tersebut hanya diproduksi dalam taraf terbatas dan hanya orang kaya raya yang mampu memiliki pakaian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>