TUBUH BELIAU TAK PERNAH TERSENTUH LALAT

Seekor lalat pasti akan mendatangi tempat atau makanan yang manis-manis dan gurih maupun kawasan yang kotor.
Semua orang pasti pernah tergangu oleh lalat yang tanpa sopan santun langsung hinggap di sana sini,tak peduli kalau dirinya baru saja pesta pora di atas bangkai najis dan bau.
Tapi sepanjang sejarah dunia,hanya dua orang yang selama hidupnya tidak pernah didekati apalagi dihinggapi oleh lalat,yaitu Rasulullah SAW,Dan cucudanya,yakni Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jailani.
Suatu hari beliau ditanya oleh muridnya,mengapa lalat tidak pernah hinggap di tubuh beliau?Maka Beliau menjawab:
Sebenarnya lalat itu simbol sikap rakus dan tidak bermoral dari manusia yang cuma suka mencari kenikmatan dan kepuasan nafsunya yang diibaratkan sebuah makanan yang enak dan manis,bahkan yang kotor sekalipun si lalat pasti doyan,sedangkan tubuhku ini tidak pernah mencicipi manisnya kenikmatan dunia,bahkan kenikmatan akhiratpun tidak pernah terbayang olehku,yang ada di hatiku hanyalah cinta Allah,demikian pula seluruh organ tubuhku tidak pernah berhenti mencintai Allah.
Mungkin karena itulah,lalat itu malu untuk mendekatiku atau malah enggan sebab aku tidak punya apapun yang dapat dinikmatinya.”
Dalam kesempatan lain beliau berkata kepada salah seorang muridnya yang tampaknya masih penasaran dengan karomah beliau yang satu ini:cobalah kau bermunajat kepada Allah,lalu mintalah petunjuk kepadanya tentang kebenaran jawabanku itu!
Maka si murid segera melakukan anjuran beliau,dan setelah beberapa saat lamanya bermunajat si murid terbawa kedalam alam bawah sadarnya,di sana dia melihat tubuh Syaikh ‘Abd al Qadir bercahaya dan berubah menjadi pedang samurai yang sangat tajam,saat itu ada ribuan,bahkan jutaan ekor lalat yang coba mendekati beliau,tapi belum juga menyentuh tubuh beliau sudah terbelah dua seketika…Setelah kejadian itu barulah si murid meyakini kebenaran jawaban sang guru.
Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jailani menyebutkan bahwa keengganan lalat itu menyentuh tubuhnya,dikarenakan-salah satu sebabnya beliau tidak mengumbar hawa nafsunya,menurut kemauan badan dan dunia.Hidupnya hanya tertuju kepada Allah semata.”lalat”tersebut menjadi perumpamaan bagi para ulama,sebagai manusia,banyak kita jumpai para ulama yang senang mendapat sanjungan dari para santri,pejabat dan masyarakat.Bahkan ada beberapa oknum ulama yang merasa tersinggung jika merasa”kurang dihormati”.
Tidak jarang terdapat para santri dan murid yang semula bertujuan menuntut ilmu,justru waktunya habis untuk”mengabdi”kepada sang ulama.Tentu secara etis hal ini tidaklah tercela.Akan tetapi hak untuk mendapatkan ilmu sang santri seharusnya juga diberikan oleh sang ulama secara optimal.Agar tidak menjadi santri”lalat”,dan pada gilirannya kelak tidak menjadi”Kyai lalat”yang bersenjatakan pernyataan ”menurut Kyai saya”dan sejenisnya,maka hendaknya para ulama dan pasantren benar-benar menjadikan basis pasantren dan kediamannya sebagai pusat pengajaran dakwah keislaman,sebagaimana Syaikh’Abd al-Qadir al-Jailani ,bukan sekedar pusat melatih etika umat terhadap para pembesar keagamaan.Itulah kira-kira diantara hikmah yang dapat dipetik dari kasus lalat yang tidak mau hinggap di tubuh Syaikh al-Jailani.

19 thoughts on “TUBUH BELIAU TAK PERNAH TERSENTUH LALAT

  1. Ngeri juga kalau membayangkan para koruptor dan orang2 yang mencari nafkah dengan cara yang tidak halal dikerubuti lalat bahkan mungkin lebih dari itu ya, mungkin kecoa, lipan dan sebangsanya juga akan datang mengerubutinya.

  2. sekarang malah banyak yang punya pesantren hanya untuk mencari nama di masyarakat.
    punya beberapa pesantren malah mengajarkan ilmu santet, malah memusuhi orang2 yang menempuh jalan kebenaran.
    berhati-hatilah jika memilih pesantren.

  3. Subhanallah, kita tentu agak sulit ya meniru beliau, namun paling tidak kita harus berupaya keras agar kita tidak menyimpang dari sunnah/ ajaran beliau.

    Terima kasih atas artikel yang bermanfaat.

    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *